Pendidikan atau ilmu pengetahuan telah dikenal sebagai salah satu hal yang penting dalam kehidupan manusia. Dalam Islam, pengetahuan sangatlah penting karena pengetahuan tersebut merupakan salah satu elemen yang sangat signifikan dalam kehidupan seorang muslim. Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memperluas cakrawala ilmu adalah Usman bin Affan. Usman bin Affan merupakan salah satu sahabat Rasulullah secara langsung. Usman bin Affan merupakan salah satu yang terbaik dari generasi Sahabat yang menjadi saksi sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW. Usman bin Affan juga termasuk salah satu sahabat Nabi yang diberi gelar 'Dzun - Nurain' (Al-Kandahlawy, 1998).
Dalam seluruh peristiwa dan kisah tentang Usman bin Affan, dapat kita temukan bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan sangat dihargai dalam kehidupannya. Usman bin Affan sangat terkenal dengan kisah-kisah pengetahuannya, bahkan para penulis dalam sejarah memuji kecerdasannya dalam belajar dan mencari ilmu. Usman bin Affan juga dikenal sebagai seorang ahli dalam membaca Al-Qur'an dan memahami makna-makna dalam ayat Al-Qur'an.
Dalam sejarah, terdapat beberapa kisah-kisah mengenai pendidikan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Usman bin Affan. Salah satu kisah tersebut adalah ketika Usman bin Affan menemukan kaligrafi di Mekkah. Kala itu, Usman bin Affan melihat seorang seniman membuat huruf-huruf besar pada kapur putih di pasar Mekkah. Usman bin Affan kemudian meminta pada seniman itu untuk mengajari dirinya tentang kaligrafi dengan imbalan uang.
Kisah lainnya mengenai pendidikan yang dimiliki oleh Usman bin Affan adalah ketika dia belajar bahasa Aram dan bahasa Persia. Hal tersebut ia lakukan untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbisnis. Usman bin Affan sangat menghargai ilmu dan pengetahuandalam kegiatan bisnisnya. Dia sadar bahwa dengan memiliki banyak pengetahuan, ia dapat mengambil keputusan yang tepat dan meraih kesuksesan dengan lebih baik.
Namun, ada satu kisah yang paling penting dan berkesan dalam kisah pendidikan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Usman bin Affan. Kisah tersebut adalah ketika Usman bin Affan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mempelajari bahasa Arab dengan baik. Dia merasa bahwa kekurangan dalam bahasa Arab menghalangi dirinya untuk melakukan ibadah dengan benar. Oleh karena itu, Usman bin Affan belajar bahasa Arab dengan sungguh-sungguh dan berhasil menjadi ahli bahasa Arab dan bahasa Al-Qur'an.
Pencapaian Usman bin Affan dalam ilmu bahasa Arab juga membawa keberhasilan bagi kaum muslimin. Pengetahuan Usman bin Affan ini adalah salah satu faktor penting dalam pembukuan Al-Qur'an dalam bentuk tulisan Arab. Dalam sejarah, Usman bin Affan adalah orang pertama yang membuat Al-Qur’an dalam bentuk tulisan Arab. Keberhasilan Usman bin Affan dalam mendapatkan banyak pengetahuan dan ilmu, tak lepas dari polanya belajar yang teratur dan konsisten. Usman bin Affan sering meninggalkan waktu bertemu teman-temannya, memilih bertemu dengan para guru yang hebat dan mendengarkan lagi dan lagi kisah-kisah Islam dari para sahabat. Dia juga rajin beribadah dan selalu berusaha untuk memperdalam agama dan meningkatkan hubungan dengan Allah SWT (Haekal, 2012).
Utsman bin Affan terpilih sebagai Khalifah pengganti Umar bin Khattab. Khalifah Usman bin Affan dipilih di usia 70 tahun. Beliau menjadi Khalifah se- lama 12 tahun. Selama itu, konstribusi yang dicapai Utsman bin Affan:
a. Modifikasi Mushaf al Qur’an
Pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, wilayah Islam sudah sangat luas.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perbedaan pem- belajaran al-Qur’an di beberapa pelosok wilayah. Perbedaan itu meliputi susunan surahnya atau lafal (dialeknya). Salah seorang Sahabat bernama Huzaifah bin Yaman melihat perselisihan an- tara tentara Islam ketika menaklukkan Armenia dan Azerbeijan. Masing-masing pihak menganggap cara membaca Al-Qur’an yang dilakukan adalah paling baik. Perselisihan tersebut kemudian dilaporkan oleh Huzaifah bin Yaman kepada Khalifah Usman bin Affan selanjutnya Khalifah Utsman bin Affan membentuk sebuah panitia penyusunan Al-Qur’an. Panitia ini di ketuai oleh Zaid bin Tsabit anggotanya Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Haris. Tugas yang dilak- sanakan adalah menyalin ulang ayat-ayat Al-Qur’an dalam sebuah buku yang disebut mushaf.
Salinan kumpulan Al-Qur’an itu disebut mushaf oleh panitia Mushaf diper- banyak sejumlah empat buah. Salah. Salah satunya tetap berada di Madinah, sedangkan empat lainya dikirim ke Madinah, Suriah, Basrah, dan Kuffah . Semua naskah Al-Qur’an yang dikirim ke daerah-daerah itu dijadikan pedoman dalam penyalinan berikutnya di daerah masing-masing. Naskah yang ditinggal di Madi- nah disebut Mushaf Al-Imam atau Mushaf Usmani (Maisyaroh, 2019).
b. Renovasi Masjid Nabawi
Masjid Nabawi adalah masjid yang pertama kali didirikan oleh Nabi Muham- mad Saw.
pada saat pertama kali tiba di Madinah dari perjalanan hijrahnya. Mas- jid ini pada mulanya hanya kecil dan masih sangat sederhana . Dengan semakin banyaknya jumlah umat Islam, maka Khalifah Umar bin Khattab mulai memper- luas masjid ini. Masjid Nabawi telah mulai dibangunsejak masa Khalifah Umar bin Khattab yang kemudian dilanjutkan merenovasinya dan diperluas oleh Khali- fah Utsman bin Affan. Selain diperluas, masjid Nabawi juga dibangun dengan bentuk dan coraknya yang lebih indah (Arfah, 2021).
c. Perluasan Wilayah Islam
Serangkain penaklukan bangsa Arab dimotivasi oleh semangat keagamaan untuk
menjadikan dunia memeluk dan mengakui Islam. Pada masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan wilayah Islam semakin meluas. Wilayah perluasan di masa Khalifah Utsman bin Affan antara lain adalah:
• Perluasan ke Khurasan di bawah pimpinan Sa’ad bin Ash dan Huzaifah bin Yaman. • Perluasan ke Armenia yang dipimpin Salam Rabiah
• Afrika Utara (Tunisia) Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sa’ad bin Abi
• Penaklukan Ray dan Azerbeijan yang dipimpin Walid bin Uqbah
Usman bin Affan merupakan salah satu dari empat khalifah rasyidin yang memimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kontribusinya terhadap dunia pendidikan meliputi:
a. Penyebaran ajaran Islam melalui pendidikan
Usman bin Affan memperluas penyebaran ajaran Islam dengan mengirim para pelajar
dan guru ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Mesir, Kufah, Basrah, dan Khorasan. Para pelajar dan guru ini membawa ajaran Islam dan mengajarkan kepada masyarakat setempat.
b. Pembuatan Mushaf Al-Qur'an
Usman bin Affan memerintahkan para sahabat Nabi Muhammad SAW untuk
mengumpulkan seluruh naskah-naskah Al-Qur'an yang ada pada masa itu untuk dibuatkan Mushaf Al-Qur'an resmi yang standar. Hal ini sangat penting dalam menjaga kesucian dan kebenaran Al-Qur'an.
c. Peningkatan Infrastruktur Pendidikan
Selama masa kepemimpinannya, Usman bin Affan memperbaiki infrastruktur
pendidikan dan membangun masjid yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran agama Islam. Hal ini meningkatkan kualitas dan aksesibilitas hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan.
Dalam keseluruhan kontribusinya, Usman bin Affan memainkan peran penting dalam penyebaran ajaran Islam dan membangun pondasi pendidikan Islam yang kuat. Hal ini membuka jalan bagi perkembangan dan penyebaran ajaran Islam ke seluruh penjuru dunia (Arfah, 2021; Maisyaroh, 2019; Mubarok & Santoso, 2022; Susandi, 2022).