Pendidikan Islam Masa Rasulullah SAW

Allah menurunkan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad pada tanggal 17 Ramadan tahun 610 Masehi. Diturunkan wahyu pertama ini adalah awal dari perubahan peradaban arab pra islam, Nabi muhammad dengan ajarannya menuntun masyarakat arab menuju perkembangan budaya yang lebih baik .

          Pada wahyu kedua, Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad untuk mengajak umat manusia memeluk agama islam. Setelah turunnya wahyu kedua ini, Nabi Muhammad mulai mengajarkan agama islam dengan berdakwah secara terang-terangan. Dalam proses tersebut tentu memerlukan latihan, pengajaran dan pendidikan. Maka secara tidak langsung dimulailah pendidikan islam pada masa Nabi Muhammad.

  1. Pendidikan islam era mekah

Pada era mekkah ini, Nabi Muhammad melaksanakan dakwah secara dua tahap, yaitu secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Dalam proses Nabi Muhammad melakukan dakwah kepada para sahabatnya, Nabi Muhammad juga mengajarkan pendidikan islam kepada para sahabatnya. Pada era ini ada dua hal yang diajarkan yaitu akidah (keimanan) dan akhlak, yang kemudian keduanya menjadi sentral pada masa periode Mekkah.

Rumah Arqam adalah tempat yang digunakan oleh Nabi Muhammad untuk melangsungkan pembelajaran atau pendidikan islam pertama kali. Perlu diketahui bahwa pada pendidikan di rumah Arqam ini mempunyai unsur-unsur pendidikan islam yang sama dengan pendidikan di pesantren, ada tiga unsur yaitu, Nabi Muhammad sebagai pengajar yang fulltimer, ada masjidil haram, kemudian ada para sahabat yang menjadi siswa. Kemudian Nabi Muhammad menggunakan metode takhrij dalam pengajaran atau pembelajaran. Metode takhrij ialah Nabi Muhammad bersama sahabat-sahabatnya menjelaskan tentang hukum-hukum hikmah-hikmah, menafsirkan ayat-ayat alqur’an serta keistimewaanya, dan ditambah dengan tata krama.

  1. Pendidikan islam era Madinah

Pendidikan era madinah ini berpusat pada As-Suffah (ruangan yang ada di masjid) yang dibangun oleh nabi Muhammad setelah beliau pindah dari mekkah ke madinah. As-Suffah ini juga digunakan sebagai asrama para sahabat yang kurang mampu. Dr. Muhammad Mustafa  seorang ahli sejarah mengatakan bahwa As-Suffah ini juga bisa disebut dengan perguruan tinggi pertama. 

Hal yang dilakukan Nabi Muhammad ini menjadi landasan yang kuat bagi pendidikan islam. Dimana masjid menjadi tempat sentral dalam kegiatan belajar mengajar. Di masjid ini nabi mengajarkan tentang hukum-hukum ajaran islam. Bisa diartikan bahwa kegiatan pembelajaran era Madinah pertama kali dilaksanakan di masjid. 

Selain As Suffah, juga ada Dar al-Qurra yang merupakan tempat bagi para pembaca alqur’an. Dar al-Qurra sebelum dijadikan tempat belajar adalah rumah sahabat yang bernama Malik Mukharromah bin Naufal. Kemudian nabi Muhammad juga memberikan pengajaran khusus kepada kaum wanita pada hari tertentu, karena meereka merasa di bedakan dengan laki-laki .

Dapat diketahui bahwa setelah perpindahannya ke madinah, pertama-tama yang dilakukan oleh nabi Muhammad adalah mendirikan masjid yang kemudian menjadi pusat pendidikan. Ini merupakan salah satu gambaran atau cerminan bahwa nabi muhammad mempunyai pemikiran yang dalam dan luas, Karena setelah ditelusuri, ternyata penyebaran ajaran islam yang paling cepat adalah dengan pendidikan.

Pada era madinah ini nabi Muhammad juga mengajarkan tentang sosialisasi yaitu bagaimana cara berhubungan baik dengan sesama manusia, hukum pidana seperti qisoss, dan uga mengajarkan tentang bagaiamana cara mengelola pemerintahan (kepemimpinan) dan ekonomi.   

 

aaa